SITEMAP

CONTACT US

Cari di Blog Ini

 
Selamat Datang di Web Blog Pembelajaran IPA Sahabat 2 Edu By: Ferry Yutama (ferry.yutama@gmail.com)

HADITS #27

Monday, January 15, 2018

ONE DAY ONE HADITS
Senin, 15 Januari 2018 / 27 Rabi'uts-Tsani 1439 H.

"Baik dan Halal Syarat  Diterimanya Do'a"

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً ، وَقاَلَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ . ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ . [رواه مسلم]

Artinya :
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang yang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Ya Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan." (Riwayat Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas:

1. Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah ta’ala dari segala kekurangan dan cela.
2. Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima.
3. Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik di sisi Allah ta’ala.
4. Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari terkabulnya do'a.
5. Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah kehendaki.
6. Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan.
7. Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.
8. Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.
9. Do'a orang yang sedang safar dan yang hatinya sangat mengharap akan terkabul.
10. Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al Qur'an :

1. Mempersembahkan yang terbaik kepada Allah SWT;

 وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ  ۝
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." [QS. Al-Qashash : 77]

2. Mengkonsumsi yang halal dan baik;

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ ۝

"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya." [QS. Al-Maidah : 88]

والله اعلم بالصواب...
Semoga barokah dan bermanfaat....

               •┈◎❅❀❦🌼❦❀❅◎┈•

HADITS #26

Sunday, January 14, 2018

ONE DAY ONE HADITS
Ahad, 14 Januari 2018 / 26 Rabi'uts-Tsani 1439 H.

"Tanda-tanda Orang Munafik"

وعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ ) [رواه البخاري/٣٤ ومسلم/٥٨]

Artinya :
Dari Abdullah bin 'Amr, sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi Wa sallam bersabda: “Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya :
1) jika dipercaya ia berkhianat,
2) jika berbicara ia berdusta,
3) jika berjanji ia memungkiri, dan
4) jika bertengkar ia melewati batas.” [HR.  Bukhari/34 dan Muslim/58].

Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas :

1. Definisi Nifaq. Nifaq (اَلنِّفَاقُ) berasal dari kata نَافَقَ-يُنَافِقُ-نِفَاقاً ومُنَافَقَةً yang diambil dari kata النَّافِقَاءُ (naafiqaa’). Nifaq secara bahasa (etimologi) berarti salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lobang yang satu, maka ia akan keluar dari lobang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata النَّفَقُ (nafaq) yaitu lobang tempat bersembunyi.
2. Nifaq menurut syara’ (terminologi) berarti menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Menurut al-Hafizh Ibnu Katsir mereka adalah orang-orang yang keluar dari jalan kebenaran masuk ke jalan kesesatan.
3. Nifaq yang dimaksud adalah nifaq dalam perilaku dan perbuatan. Seperti seorang muslim yang memiliki karakter dan sifat sebagaimana yang dimiliki oleh orang-orang munafik. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengabarkan hal tersebut dalam sabdanya;
"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; jika berbicara dusta, jika berjanji tidak menepati, dan jika dipercaya khianat." (Muttafaqun Alaih)
Dalam hadits lain :
"Empat perkara, jika ada pada diri seseorang maka ia seorang munafik sejati. Dan jika salah satu daripadanya ada pada seseorang maka ia memiliki satu sifat munafik, sehingga ia meninggalkannya, yaitu: bila berbicara dusta, bila berjanji tidak menepati, jika membuat persetujuan ia khianat dan bila berbantah ia (berargumentasi secara) dusta." (Muttafaqun Alaih)
4. Nifaq yang dimaksud tidak menjadikan orang yang bersangkutan keluar dari Islam (murtad), tetapi ia termasuk dosa besar.
5. At-Tirmidzi berkata; "Makna nifaq dalam kandungan hadits tersebut, menurut para ahli ilmu adalah nifaq amali (nifaq dalam perilaku dan perbuatan). Sedang pada zaman Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dahulu, ia disebut nifaq takdziib (nifaq mendustakan)."

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :

1. Allah memperingatkan,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ۝

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasiq.” [QS. At-Taubah: 67]

2. Allah menjadikan orang-orang munafiq lebih jelek dari orang-orang kafir;

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا ۝

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” [QS. An-Nisaa’: 145]

3. Orang Munafik Menipu Allah;

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ ۝

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka…” [QS. An-Nisaa’: 142]
والله اعلم بالصواب...
Semoga barokah dan bermanfaat....

               •┈◎❅❀❦🌼❦❀❅◎┈•

HADITS #25

Saturday, January 13, 2018

ONE DAY ONE HADITS
Sabtu, 13 Januari 2018 / 25 Rabi'uts-Tsani 1439 H.

"Bangun Tidur Kesiangan"

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَهُ حَتَّى أَصْبَحَ قَالَ: ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنَيْهِ أَوْ قَالَ فِي أُذُنِهِ . (رواه البخاري)

Artinya:
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: disebutkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa ada seorang laki-laki yang tidur semalaman hingga waktu pagi (kehilangan waktu Subuh), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Laki-laki itu telah dikencingi setan pada kedua telinganya atau telinganya.”
(HR. Bukhari)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas:

1. Ungkapan dikencingi setan dalam hadits tersebut memiliki dua makna, yaitu makna haqiqi dan makna kinayah. Makna haqiqi, bahwa setan benar-benar kencing sehingga menutupi pendengaran orang tersebut. Sedangkan makna kinayah, bahwa setan menutupi telinganya dari panggilan shalat sebagai penghinaan terhadapnya.
2. Hadits tersebut telah menjelaskan mengenai suatu perkara yang cukup memprihatinkan, yaitu mengenai seseorang yang tidur semalaman hingga bangun kesiangan dan ia lalai shalat subuh dan meninggalkannya. Ternyata sebab dari hal itu adalah ulah setan terhadapnya, sehingga ia tidak mendengar seruan azan.
3. Setan merupakan makhluk yang dilaknat Allah.  Bahkan, ia berjanji akan selalu berusaha menyesatkan manusia pada jalan kemaksiatan, malas, dan membuat ingkar pada perintah Allah SWT. Dan semua perbuatan seseorang atas tipu daya setan itu akan mendapatkan adzab yang amat pedih di dunia dan akhirat kelak.
Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Allah SWT. dari godaan setan yang terkutuk dan diberikan hidayah serta taufik-Nya untuk melaksanakan semua perintah-Nya. Aaamiin...

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :

❀ Allah melarang kita mengikuti bujuk-rayu dan langkah-langkah syaitan, karena pastilah mereka akan menyesatkan kita dan menjauhkan kita untuk mentaati Allah SWT.;

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۚ  وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ  ۚ  وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّى مَنْ يَشَآءُ  ۗ  وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ۝

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. An-Nur 24: 21)

والله اعلم بالصواب...
Semoga barokah dan bermanfaat....

               •┈◎❅❀❦🌼❦❀❅◎┈•

Subscribe to my Newsletter